Di
zaman modern ini, seolah batasan siapa pencari nafkah utama menjadi semu.
Sebagian keluarga masih mengandalkan ayah sebagai pencari nafkah utama,
sebagian justru ibu yang mampu jadi pencari nafkah terbesar di keluarga. Pada
dasarnya, masyarakat beserta pola pikir mereka selalu berkembang. Bersama
dengan itu, kebudayaan mereka pun juga akan ikut berubah seiring dengan semakin
kompleksnya kebutuhan yang mereka butuhkan dari hari ke hari.
Zaman
sekarang keluarga sudah dapat dibedakan menjadi dua yaitu keluarga modern dan
keluarga kuno atau klasik. Keluarga kuno atau klasik ini dapat kita katakan
sebagai keluarga yang hidup dipedesaan dan masih memegang teguh budaya dari
desa tersebut. Sedangkan keluarga modern yaitu keluarga yang konsep-konsep
utamanya sudah mulai dipengaruh oleh modernisasi yang terus berjalan hingga
sekarang.
Keluarga
modern adalah keluarga yang mengikuti trend (perubahan terbaru) sebagai akibat
dari penyesuaian-penyesuaian terhadap gejala-gejala baru yang disebabkan oleh
semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan, seorang wanita yang dulu hanya sebagai ibu
rumah tangga yang mengurus pekerjaan rumah, sekarang sudah banyak yang
mengenyam pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi dan mereka juga sudah
banyak yang bekerja di berbagai sektor baik jasa, dagang, kerajinan, dan lain
sebagainya.
Mereka
yang dulu hanya dipandang bisa bekerja di dalam sektor domestic atau dengan
kata lain perempuan itu harus dirumah, menyapu, mencuci, memasak dan mengurus
suami serta anak tapi sekarang seiring dengan perkembangan masyarakat,
perempuan-perempuan sudah banyak mendapat kesempatan untuk bekerja di sektor
selain rumah tangga. Hal tersebut sebagai bukti bahwa perempuan juga dapat
mengerjakan pekerjaan yang dulunya dianggap hanya bisa dilakukan oleh
laki-laki. Selain itu zaman sekarang banyak keluarga yang suami dan istri
sama-saman bekerja karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan
perkembangan zaman perempuan tidak mau lagi hanya berdiam diri dirumah dan
menggantungkan ekonominya pada suami.
Perubahan
peran perempuan diatas dapat dikatakan sangat cocok dengan Teori Evolusi,
dimana teori ini pada dasarnya menjelaskan bahwa perubahan ini memerlukan
proses yang cukup panjang. Dalam proses tersebut, terdapat beberapa tahapan
yang harus dilalui untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Untuk dapat
perperan dalam sektor informal, seorang perempuan harus melalui berbagai
tahapan agar masyarakat dapat percaya bahwa seorang perempuan benar-benar
memiliki kemampuan untuk menjalankan pekerjaan itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar